Pesantren - Pesantren Tertua NU, menolak Keberadaan Said Agil Siradj sebagai Ketua

pesantren tertua NU menolak keberadaan Said Agil Siradj sebagai ketua.

1. ASEMBAGUS
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah (PPSS) Asembagus Situbondo lewat pengasuhnya, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengeluarkan maklumat MUFAROQOH dari Nahdlatul Ulama pimpinan Said Aqil Siraj (21/9/2015).

“Kami mufaroqoh dan tidak ada kait mengait antara kami dan pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil muktamar ke-33 di alun-alun jombang,” begitu salah satu kalimat dalam maklumat tersebut.


Dijelaskan juga, dalam maklumat itu diserukan kepada para Ulama dan warga nahdliyin agar tetap mempertahankan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

Ajaran tersebut juga harus dijaga dari serangan aqidah dan ideologi di luar ajaran Aswaja.

2. TEBUIRENG JOMBANG

Lewat pengasuhnya KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengeluarkan pernyataan lebih tegas.
“Tebuireng sejak awal tidak menganggap ada kepengurusan PBNU yang sah” Kata Gus Sholah.

Ada tiga poin maklumat yang dikeluarkan Tebuireng, di antaranya tetap konsisten menganggap tidak ada PBNU hasil Muktamar ke 33 di Jombang.

Kemudian mendukung adanya upaya hukum yang menggugat proses hasil muktamar, serta meminta warga NU untuk berpegang teguh kepada ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

3. SIDOGIRI

Melalui bukunya yang berjudul : “SIDOGIRI MENOLAK PEMIKIRAN KH. SAID AQIL SIRAJ”.
Buku tsb disusun dan diterbitkan secara resmi oleh Pondok Pesantren NU tertua di Jawa Timur, Sidogiri.

Dari beberapa penolakan dan kritikan tajam kepada said aqil siradj diatas, apakah lantas akan tuduh mereka sebagai Pembenci NU, menghina NU, anti NU, penghasut NU dan berbagai tuduhan tetek bengek lain nya??

Jika demikian Maka periksalah otak dan pikiran, barangkali Fanatik buta, tai kucing rasa cokelat sudah mencapai kepada puncak kronis.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pesantren - Pesantren Tertua NU, menolak Keberadaan Said Agil Siradj sebagai Ketua