Lerai Perkelahian Anggota TNI vs Polri, Pria Ini Kena Tembak, Polisinya Ditikam

Gara-gara berusaha melerai perkelahian keponakannya yang berstatus anggota TNI dengan oknum Polisi, berujung petaka bagi Samri. Pria berusia 38 tahun itu kena tembak. Sementara si polisi kena tikam di bagian perut. Kini kedua korban sedang dirawat di RS Bhayangkara, Jl KH Wahid Hasyim, Kota Medan.

Perkelahian itu terjadi pada Jumat (28/4/2017) sore di Kawasan Bandara Alas Louser Kutacane Ds. Alur Buluh Kec. Semadam Kab. Aceh Tenggara (Agara). Mereka yang bertikai antara Brigpol Satrio, oknum Anggota Polres Agara

dengan oknum anggota TNI AD, Prada Jefri NRP 31150640100994 Tabak SMS Raipur C Yon Armed 17/K/RC.


Sedangkan warga yang tertembak merupakan salah satu masyarakat setempat, yakni Samri (38) petani yang beralamat di Ds. Jambur Papan Kec. Semadam Kab. Agara. Dia kena tembak saat berusaha melerai perkelahian. Sementara, Brigpol Satrio mengalami luka tikam pada bagian perut.

Berdasarkan informasi dihimpun, hari itu pada pukul 16.45 Wib, Prada Jefri bersama temannya mendatangi Kawasan Bandara Alas Louser untuk nongkrong sore sambil mengobrol dan mengembala domba.

Lalu sekitar pukul 17.00 Wib, Brigpol Satrio bersama seorang temannya melintas dengan mengendarai mobil pribadi jenis Avanza di tempat berkumpulnya Prada Jefri. Secara tiba-tiba Brigpol Satrio menghentikan mobilnya sambil memanggil Prada Jefri, dimana keduanya memang telah saling kenal karena tinggal di kampung/desa yang sama.

Saat Prada Jefri mendekat, tiba-tiba Brigpol Satrio meninju perut Prada Jefri, dengan alasan yang tidak jelas, sehingga membuat Prada Jefri tidak terima dengan perlakuan tersebut.

Merasa malu terhadap teman-temannya atas perlakuan Brigpol Satrio terhadap dirinya, membuat kedua sohib ini terlibat cekcok mulut.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman Prada Jefri coba melerai perkelahian tersebut. Kemudian Brigpol Satrio keluar dari mobilnya dengan memegang pistol miliknya lalu menodongkannya ke arah wajah Prada Jefri sambil mengatakan “Ku Tembak Kau Nanti.”

Tak takut dengan ancaman itu, Prada Jefri menjawab dengan lantang. “Tembak saja kalau kau berani,” katanya yang disusul penembakan ke udara sebanyak satu kali oleh Brigpol Satrio.

Karena merasa terancam, Prada Jefri mencoba untuk merebut pistol yang dipegang oleh Brigpol Satrio, sehingga terlibat perkelahian kembali dengan Brigpol Satrio.

Dalam posisi sedang berkelahi, Prada Jefri berusaha mengambil pisau milik salah satu warga masyarakat (identitas tdk diketahui) yang saat itu turut berusaha melerai perkelahian tersebut kemudian Prada Jefri menikamkan Pisau tersebut kearah Brigpol Satrio dan mengenai bagian perut sebelah kanan hingga ususnya keluar.

Setelah ditikam, Brigpol Satrio melepaskan tembakan lagi dan mengenai Samri, yang tak lain merupakan paman kandung Prada Jefri selaku Penjaga Bandara Alas Louser yang melerai perkelahian. Kemudian Prada Jefri berhasil merebut Pistol milik Brigpol Jefri dan menjauhkan dari jangkauan Brigpol Satrio.

Melihat Samri tertembak, Prada Jefri memerintahkan teman-temannya untuk mengantarkannya ke Puskesmas terdekat dan Prada Jefri meninggalkan lokasi kejadian menuju ke rumah kerabatnya di Ds. Ngkeran Kec. Lawe Alas Kab. Agara.


Setelah sampai di rumah kerabatnya di Ds. Ngkeran Kec. Lawe Alas Kab. Agara, Prada Jefri melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya an Kapten Arm Novi Hardi, Komandan Raipur A Yon Armed 17/Komposit, via telepon.

Pada pukul 19.30 Wib, Prada Jefri dijemput oleh Dankipan A Yonif 114/SM an. Kapten Inf Anom Sasmita bersama 2 orang anggota (hasil kordinasi dengan Dan Raipur A Yon Armed 17/Komposit an. Kapten Arm Novi Hardi) yang kemudian diserahkan ke Makodim 0108/Agara.

Atad kejadian ini, Dandim 0108/Agara, Letkol Joni Heriadi telah melakukan sejumlah tindakan. Di antaranya melaporkan kejadian tersebut kepada Komando Atas, meminta keterangan terhadap Prada Jefri di Kantor Staf Intel Kodim 0108/Agara.

Dandim 0108/Agara juga telah berkordinasi dengan Kapolres Agara AKBP Edi Bastari di Ruang Kerja Dandim 0108/Agara. Dalam pertemuan itu, Kapolres Agara telah melaporkan kejadian tersebut kepada Waka Polda Aceh. Selanjutnya, Kapolres Agara menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada Pihak Kodim 0108/Agara dalam hal ini Dandim 0108/Agara.

Sementara itu, saat ini kedua korban, Brigpol Satrio dan Samri sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Sedangkan Prada Jefri saat ini masih berada di Kantor Staf Intel Kodim 0108/Agara untuk dimintai keterangan. Diketahui, keberadaan Prada Jefri berada di Kab. Agara sejak 27 April 2017 dalam rangka Cuti Tahunan dari satuannya

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Lerai Perkelahian Anggota TNI vs Polri, Pria Ini Kena Tembak, Polisinya Ditikam