Kontroversi Simbol 212 dan QS 5:51 di Komik Marvel

Komik Marvel seri pertama X-Men Gold menuai kontroversi. Sejumlah komentar di media sosial menuliskan salah satu ilustratornya asal Indonesia, Ardian Syaf menyertakan simbol yang menyiratkan pesan politik.

Ardian disebut bertanggungjawab karena menyertakan simbol terkait kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam komik itu, Ardian menulis simbol QS 5:51 atau Almaidah ayat 51 dan simbol 212. Sebelumnya Ahok mengatakan lawan politiknya menggunakan ayat tersebut untuk mempengaruhi para pendukungnya. Karena pernyataan itu, Ahok dituntut untuk kasus penodaan agama dan menimbulkan protes luas. Aksi massa atas pernyataan Ahok terjadi pada 2 Desember 2016 atau dikenal dengan aksi 212.

Ardian menuliskan angka 212 dalam gambar depan sebuah toko di komik tersebut. Dalam gambar yang sama, ada tulisan 'Jewelry', yang dalam laporan comicbook.com, dituliskan ada dugaan tulisan itu menunjuk pada Jews, kata Inggris yang berarti Yahudi.


Sementara, angka 51 tertulis dalam kaos seorang tokoh yang berada dalam kerumunan. Tokoh itu terlihat tengah mendengarkan pidato Kitty Pryde yang berbicara tentang menjadi pemimpin baru X-Men. Tokoh ini merupakan keturunan Yahudi. Laporan itu juga menyinggung mengenai pencipta X-Men yakni Stan Lee dan Jack Kirby, yang keduanya merupakan Yahudi. Selain itu, Marc Guggenheim, penulis X-men Gold #1 merupakan seorang Yahudi.

X-Men Gold diluncurkan pada Rabu lalu dan secara umum diterima para penggemarnya. Namun, kontroversi mulai bergulir setelah berbagai komentar di Twitter dan Facebook serta portal komunitas Reddit menyebutkan tentang simbol-simbol tersebut. Marvel kemudian memberikan tanggapannya terhadap kontroversi tersebut. (Baca: Marvel Sikapi Temuan Simbol 212 dan QS 5:51 di Komik X-Men)

Ardian mengunggah hasil karyanya yang belum diwarnai dalam akun Facebooknya. Hasil karya itu memuat simbol 212. Selain itu, akun tersebut mengunggah komentar penggemar yang meminta klarifikasi Ardian terkait kontroversi karyanya di komik Marvel. Namun, Ardian yang dikontak Republika.co.id melalui pesan di akun Facebooknya belum memberikan tanggapan.

5cd83f6c7974836796b03ad2e0210b15


Marvel Akan Hapus Almaidah 51 dan 212 dari Komik X-Men

 Edisi perdana komik X-Men Gold tengah menjadi topik perbincangan hangat. Ulah ilustrator asal Indonesia Ardian Syaf memasukkan referensi tentang Aksi Damai 212 dan surah Almaidah 51 ke dalam komik keluaran Marvel tersebut menjadi penyebabnya.
Fans menilai Aksi 212 dan Almaidah 51 bertentangan dengan nilai-nilai kesetaraan dan toleransi yang menjadi pesan dari franchise X-Men. Mereka melayangkan protes kepada Marvel dan meminta penerbit komik kelas kakap itu bertindak.

Marvel pun menjawab keresahan para penggemar tersebut. Perusahaan yang bermarkas di New York Amerika Serikat ini berjanji menghilangkan referensi mengenai 212 dan Almaidah 51 dari terbitan-terbitan selanjutnya.
"Ilustrasi tersebut akan dihilangkan dari cetakan selanjutnya, versi digital dan edisi sampul tipis," ujar pihak Marvel dalam keterangan tertulis seperti di lansir Comicbook.com, Minggu (9/4).
Marvel beralasan sebelumnya tidak tahu makna di balik "212" dan "QS 5:51" yang diselipkan Ardian dalam ilustrasinya.
Namun, penerbit kelas kakap ini kini sependapat dengan para penggemar bahwa 212 dan Almaidah 51 tidak sesuai dengan semangat X-Men.

"Referensi tersebut tidak mencerminkan pandangan penulis, editor, atau siapa pun di Marvel, serta jelas bertentangan dengan inklusifitas Marvel Comics dan apa yang diperjuangkan X-Men sejak penciptaannya," jelas Marvel.
Marvel tidak menjelaskan secara gamblang apakah akan ada tindakan yang akan diambil terhadap Ardian. Keterangan tertulis hanya menyebutkan bahwa perusahan telah mengambil tindakan disipliner terkait masalah ini.

Sementara itu, Ardian Syaf sendiri belum memberi pernyataan terkait kontroversi yang ditimbulkan karyanya tersebut. (YesMuslim)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kontroversi Simbol 212 dan QS 5:51 di Komik Marvel