Warga Aceh Kecam Ancaman Biksu Radikal Myanmar Ashin Wiratu

Pasca eksekusi hukuman cambuk yang dilakukan oleh Polisi Syariat Aceh terhadap 2 warga keturunan beragama Budha di Aceh Besar, Banyak warga Aceh yang gerah dengan kecaman dan ancaman yang dilontarkan oleh tokoh Buddha Asal Myanmar Biksu Ashin Wirathu. 

Pasalnya, Selain mengecam hukuman cambuk, diketahui Wirathu juga mengeluarkan ancam akan menyerang Aceh dan Nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka. 

Sontak pernyataan Biksu yang dikenal radikal itu telah membuat berang sejumlah warga Aceh, melalui berbagai mediaonline dan media sosial mereka menyatakan keberangannya dan menyatakan tidak takut dan siap perang menghadapi ancaman yang dilontarkan Wirathu. 


Seperti yang dikatakan akun Facebook cek Din cek Din, dia mengatakan dengan bahasa Aceh “Jak ju, Kamoe ka siap meupreh Jak ju” yang artinya “silahkan datang kami sudah siap menunggu silahkan kesini”. 

Selain itu,  Akun Facebook Al Muzzamil AB M juga mengomentari Ancam tersebut dengan mengatakan bahwa “Aceh gak pernah gentar, Aceh emang Patut di Acung Jempol”. 

Senada dengan itu,  Akun Facebook Anwar Pijay juga ikut mengomentari dengan bahasa Aceh “nyan baroe bereh, Kana lawan loem”, Yang artinya “itu baru mantap sekarang sudah ada lawan lagi” tegasnya. 

Sebelumnya dikabarkan, Dua warga keturunan yang dikenakan hukuman cambuk itu terlibat judi sabung ayam di sebuah kebun masyarakat yang berada dalam kawasan Montasik Aceh Besar. keduanya adalah Alem Suhadi ( 57) dan Amel Akim (60) 

Sebelum peroses eksekusi, pihak penyidik telah memberikan pilihan kepada kedua warga keturunan ini mengingat mereka beragama Budha dan bisa memilih hukuman penjara, namun keduanya lebih memilih dihukum cambuk dari pada penjara, sehingga eksekusi cambuk dilakukan. 

Atas Pilihannya,  maka  pada hari Jum’at (10//3/2017) Keduanya menjalani hukuman Cambuk di depan Masjid Jantho dan disaksikan oleh Masyarakat aceh yang melihat peroses eksekusi .

Sebelumnya, Bikhsu Wirathu juga pernah didemo oleh sejumlah aktifis di Jakarta akibat pernyataan kontroversialnya yang menyebabkan peristiwa Genosida terhadap muslim Rohingya, sehingga kemudian kata-kata radikal melekat kepadanya.

Sebagai rasa Solidaritas dan kepedulian, pemerintah Indonesia juga telah mengirimkan bantuan kepada Muslim Rohingya yang dilepas langsung oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Warga Aceh Kecam Ancaman Biksu Radikal Myanmar Ashin Wiratu