Sebelum Nyinyir Pada Raja Salman, Sebaiknya Orang Semacam Iwan Fals Baca Tulisan Ini!

Rencana kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-saud di Indonesia menyita perhatian.

Raja Salman bakal membawa 1.500 rombongan dalam lawatannya ke Indonesia dari tanggal 1 hingga 9 Maret. Raja Salman akan mengunjungi Jakarta pada 1-3 Maret 2017 dan Bali pada 4-9 Maret 2017.

Kunjungan Raja Arab juga ‘menyulut’ pro dan kontra netizen Indonesia. Ada yang menilai berlebihannya Raja Arab dengan membawa 1.500 rombongan dengan perangkat mewahnya.

Banyak juga yang membela kedatangan Raja Arab ke Indonesia dengan berbagai penilaiannya.

Berikut rangkumah empat ulasan netizen yang membela kedatangan Raja Arab seperti Raja Salman liburan di Bali, Raja Salman bawa tangga sendiri, banjir bendera hijau bertuliskan syahadat, dan profil Raja Salman.


Raja Salman dan 1500 stafnya akan “berlibur ke Bali”?

Tulisan: Fazel J. Haitamy

Berbagai komentar miring bermunculan setelah berita agenda Raja Salman dan staf berlibur di Bali diekspos oleh media. Antara lain:

“Wahabi kurang piknik, ingin merasakan surga dunia di Bali…”

“Ternyata Raja Salman sangat MODERAT, tidak seperti Wahabi Indonesia”

Catatan saya:

1. Apa yang salah dengan berlibur? Berlibur adalah kebutuhan manusia, bukan aib dan tidak diharamkan agama selagi dalam koridor syari’at.

2. Bali memiliki tempat-tempat yang baik dan halal. Jika anda generalkan Bali seluruhnya buruk, bagaimana dengan New York, Paris, Berlin, Seoul dan Tokyo? Bukankah lebih tidak layak dikunjungi, karena lebih banyak maksiat dan hal-hal yang haram?

3. Seharusnya isu utama yang dibahas adalah investasi Saudi 25 miliar USD (334 triliun Rupiah) yang akan Raja Salman investasikan di Indonesia. Dana itu mengalahkan total investasi RRC yang sangat didewakan oleh pemerintah saat ini. Kedatangan Raja Salman dengan dana investasi super besar dan memborong 1500 staf bersamanya adalah pesan kuat bahwa Arab Saudi adalah alternatif bijak untuk masa depan ekonomi Indonesia.

4. Dampak kunjungan Raja Salman dan 1500 stafnya akan sangat besar. Yang paling signifikan adalah ekonomi, dimana perhotelan dan restoran akan kebanjiran order dan rezeki, khususnya di Bali. Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah kanal berita nasional, bahwa motif utama Raja Salman berkunjung ke Bali karena banyak mendapatkan informasi tentang banyaknya pengantin baru Saudi berbulan madu di Bali. Mungkin saja Saudi akan berinvestasi paket wisata halal di Bali dengan hotel dan pelayanan syar’i yang bisa mewarnai Bali menjadi lebih baik.

5. Masih ingat kehebohan media internasional saat Raja Salman dan rombongannya berlibur di Paris? Pantai La Mirandole yang merupakan lokasi elit ditutup total untuk akses publik saat Raja Salman dan rombongannya menghabiskan waktu disana. Perancis yang menerapkan UU larangan cadar bagi wanita di muka umum tertunduk tak berdaya saat Raja Salman memboyong ratusan keluarga dekatnya bersantai di pantai elit kebanggaan rakyat Perancis tersebut. Para wanita yang datang dalam rombongan Raja Salman tentu berpakaian serba hitam dan bercadar. Setelah peristiwa itu, Pemerintah Perancis menuai kritik pedas oleh rakyatnya sendiri, kerena terkesan bersikap hina dan rendah di hadapan Raja Saudi.

Lalu, kunjungan Raja Salman dan 1500 stafnya ke Bali bermakna apa? Bayangkan 1500 wisatawan muslim dari kalangan royal bangsawan dengan nilai kekayaan super datang ke Bali, para pria memakai jubah putih dan wanita berhijab tertutup dan serba hitam.

Bukankah ini adalah “Psy-War”, perang budaya dan perang urat saraf? Bali yang selama ini dibanggakan dengan berbagai corak hedonisnya, akan menerima tamu penting yang membawa identitas kuat “ISLAM”, yang sekarang ini menjadi bahan olok-olok Nasrani, kaum sekuler dan liberal di Indonesia.

Raja Salman bawa tangga sendiri

Tulisan: Kivlein Muhammad

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sebelum Nyinyir Pada Raja Salman, Sebaiknya Orang Semacam Iwan Fals Baca Tulisan Ini!