Jakarta Masih Banjir, Inilah Bukti Bahwa Ahok Gagal jadi Gubernur

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jakarta akan terus terjadi hingga musim hujan September pekan ketiga. Sementara, kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam mengatasi curah hujan yang berpotensi banjir seakan hanya isapan jempol semata.

Anggota Komisi II DPR Arteria Dahlan mengatakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok gagal mengantisipasi banjir di DKI.


”Banjir Kemang suatu bukti kegagalan Ahok dalam mengatasi banjir Jakarta. Apalagi curah hujan yang tidak terlalu banyak, baru hujan sebentar saja banjirnya seperti itu, bagaimana dengan hujan beneran? Bisa tenggelam Jakarta,”

Dia meminya Ahok meminta maaf kepada masyarakat Jakarta terkait masalah banjir tersebut. ”Saya minta Ahok bertanggung jawab dan jadikan kejadian ini untuk lebih rendah hati dan tidak takabur. Katakan saja mohon maaf dan saya akan bekerja lebih keras lagi untuk atasi banjir Jakarta, ini lebih menyejukkan,” kata Arteria.

Arteria mengemukakan, Ahok tak terbukti mampu atasi banjir, malah banjir malah makin parah. “Kemang dari zaman dulu baru banjir kalau hujan besar dan terus-menerus, ini zamannya Ahok baru hujan bentar saja banjirnya seperti ini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan pengamat tata kota Nirwono Joga, menurutnya,  Ahok harus meminta maaf kepada ribuan warga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang terkena dampak dari bencana banjir.

"Seharusnya Gubernur Ahok dengan rendah hati meminta maaf dan mengakui atas ketidakmampuannya menangani banjir dan ia memerlukan bantuan warga Jakarta," kata Nirwono seperti dilansir Tempo.

Menurut Nirwono, seharusnya Ahok bersedia mendengar masukan masyarakat, akademisi, penggiat lingkungan. Dimana masukan itu dijabarkan dalam revisi RTRW dan RDTR diikuti dengan penganggaran yang jelas dalam RAPBD 2017.

Sementara itu anggota DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman menantang Ahok untuk menertibkan bangunan di sepanjang Kali Krukut. Pasalnya, banyak bangunan melanggar aturan di sepanjang kali tersebut membuat Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kebanjiran.

"Masalah banjir ini ada di penataan tata ruang. Intinya sekarang Pak Ahok berani enggak menertibkan bangunan di sepanjang Kali Krukut itu, jangan cuman gusur rakyat kecil," kata Prabowo.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ricardo mengatakan, setiap tahun penanganan banjir menjadi anggaran prioritas Pemprov DKI. Berdasarkan laporan yang didapat dari Dinas Tata Air, pengerjaan mereka mulai dari membebaskan lahan, normalisasi kali, pembersihan saluran dan perbaikan pompa sudah cukup baik.

Hanya saja, kata Ricardo, pengerjaan yang dilakukan tidak memiliki mapping yang jelas. Sehingga, pengerjaan hanya dilakukan ditempat-tempat yang terkena banjir ketika hujan turun.

"Menangani banjir tidak bisa seperti itu. Harus diatur dari hulu ke hilirnya. Saluran air satu sama lain harus terhubung. Kami berharap agar Gubernur Ahok dapat lebih bijak melakukan pendekatan kepada warga agar mereka dapat melepaskan lahannya. Ini kan demi kepentingan orang banyak, mereka juga paham," jelasnya.

Curah Hujan

Kepala Humas BMKG, Prabowo mengatakan, musim hujan di Jakarta akan jatuh pada 10 hari terakhir September di wilayah Jakarta Selatan. Sedangkan di wilayah utara baru akan jatuh pada awal November berbarengan dengan potensi curah hujan berintensitas sedang yang bila diakumuasikan dalam sebulan mencapai 200-300 mililiter.

Kendati demikian, lanjut Prabowo, curah hujan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Jakarta akan tetap terjadi hingga masuk musim hujan mendatang. Sebab, saat ini permukaan laut selatan jawa cukup hangat, kemudian ditambah aktifitas cuaca yang cepat berubah dan akhirnya membantu pembentukan awan-awan di jawa bagian barat dan sumatera bagian selatan.

"Sepekan kedepan DKI Jakarta diprediksi akan turun hujan dengan potensi intensitas sedang yang bila diakumuasikan mencapai 200-300 mililiter. 

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Denny Wahyu membenarkan bila dalam sepekan kedepan wilayah Jakarta dan sekitarnya akan diguyur hujan dengan potensi sedang hingga lebat sekitar 50-88 miliiter perhari. Namun, kata dia, apabia hujan gerimis selama 24 jam, kemungkinan banjir akibat luapan air sangat kecil. 

"Jadi prediksi BMKG itu akumuasi miimeter perhari. Posisi hujannya pun belum dapat dipastikan. Kalau hujannya dalam waktu sinkat tapi mencapai 88 miiiter ya pasti akan banjir," ujarnya.









Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jakarta Masih Banjir, Inilah Bukti Bahwa Ahok Gagal jadi Gubernur