H.M. Jusuf Hamka : Kedatangan Raja Salman Bentuk Jawaban Allah Melalui Subuh Berjamaah Untuk Indonesia Lebih Baik

Kedatangan Raja Salman dari Saudi Arabia ke Indonesia dengan membawa investasi besar untuk Indonesia, bisa jadi merupakan buah dari doa yang selama ini dikumandangkan kaum muslimin di Indonesia melalui gerakan Sholat Shubuh berjamaah yang dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Apalagi, dikabarkan, Raja Saudi itu setidaknya membawa 300 Triliun rupiah untuk investasi negaranya di Indonesia.

Meski banyak yang pessimis, tak sedikit orang menyambut positif kedatangan Raja Saudi tersebut sebagai awal dari kemenangan umat Islam dan bangkitnya perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah H.M. Jusuf Hamka, Ketua Mislim Tionghoa Indonesia (MusTi).


Jusuf Hamka bahkan menyebut kedatangan Raja negeri kaya minyak itu merupakan buah dari doa yang selama ini dimohonkan umat Islam Indonesia. “Selama ini, dalam setiap kali sholat Subuh berjamaah umat Islam selalu berdoa agar negeri ini terbebas dari hutang riba negara-negara donor yang menjerat leher. Umat Islam jga memohon agar negara-negara Islam mau menginventasikan modalnya di Indonesia. Kini salah satu doa itu sudah terjawab dengan datangnya Raja Saudi Arabia itu,” ujarnya.

Oleh karena itulah, Jusuf Hamka meminta agar umat Islam terus mengumandangkan doa-doa demi kebaikan bangsa dan negara melalui gerakan Sholat Subuh berjamaah itu. Baik di masjid-masjid maupun di musholla-musholla. “Gerakan ini terbukti bukan saja menumbuhkan spirit ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathoniyah, tapi juga efektif untuk mempersatukan doa dan harapan umat,” ujarnya.

Namun demikian, Jusuf Hamka tetap meminta umat Islam agar bersabar melewati setiap proses menuju kemenangan Islam tersebut. “Sebelum Islam benar-benar bangkit, tahapannya memang kita dizalimi lebih dulu oleh musuh-musuh Islam. Apa yang terjadi sekarang adalah bagian dari proses itu,” katanya.

Jusuf menambahkan, selama ini bangsa Yahudi selalu mengatakan bahwa kemenangan umat Islam itu masih jauh selama jamaah Sholat Subuh kaum Muslimin tidak sebanyak jamaah Sholat Jumat. “Sekarang orang Yahudi dan para munafikun pasti menangis melihat bahwa jamaah Sholat Subuh di Indonesia semakin ramai,” ujarnya.

Jusuf Hamka menambahkan, saat ini umat Islam di Indonesia sedang tertindas. “Tapi situasi itu tak boleh membuat kita putus asa. Umat Islam harus bersabar sambil terus berusaha. Ini adalah salah satu proses yang memang harus kita mulai untuk meraih kemenangan,” katanya.

Bahkan, tambah Jusuf Hamka lagi, kemenangan umat Islam itu bukan hanya untuk umat Islam saja, tapi juga untuk bangsa dan negara Indonesia. “Kemenangan umat Islam akan berdampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara ini,” katanya.

Karena itulah, tambah Jusuf Hamka, gerakan sholat Subuh berjamaah harus terus digalakkan. “Gerakan sholat Subuh yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu, harus dilakukan secara lebih massif. Tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga di pelosok-pelosok desa,” ujarnya. Dengan demikian, tambah Jusuf Hamka lagi, doa dan harapan yang dimohonkan umat kepada Allah SWT dapat dikabulkan oleh Allah SWT, dan akan lebih besar gaungnya.

“Saya percaya, kedatangan Raja Salman ke Indonesia adalah bentuk jawaban Allah terhadap doa yang selama ini dikumandangkan umat Islam Indonesia,” katanya kemudian. (*)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : H.M. Jusuf Hamka : Kedatangan Raja Salman Bentuk Jawaban Allah Melalui Subuh Berjamaah Untuk Indonesia Lebih Baik