Angkutan Perbatasan Disorot


Suharto: Tarif Seharusnya Turun Ikuti BBM

-ilustrasi
UJOH BILANG – Tarif angkutan speedboat tujuan Kecamatan Long Bagun-Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yang hingga sekarang masih mahal, mendapat sorotan pihak DPRD Mahulu.
Anggota Komisi II DPRD Mahulu Suharto menyatakan, seharusnya hal itu tidak terjadi untuk angkutan ke daerah perbatasan. Mengingat beberapa waktu lalu harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami penurunan.
“Namun ternyata turunnya harga BBM tidak berdampak pada tarif angkutan speedboat tujuan daerah pedalaman. Padahal Pemkab Mahulu punya subsidi ongkos angkutan, tapi fakta di lapangan tidak ada perubahan sama sekali," kata Suharto kepada Kaltim Post, kemarin.
Menurut keterangan, tarif dari Kecamatan Long Bagun menuju Kecamatan Long Apari, yang mestinya Rp 700 ribu per orang, kini menjadi Rp 900 ribu per orang.
"Mengingat harga  BBM sudah turun, seharusnya Dinas Perhubungan dan Pariwisata Mahulu melakukan revisi tarif angkutan. Ternyata hal itu tidak dilakukan," tambah Suharto.
Sedangkan Kepala Disbudpar Mahulu Alfred yang dihubungi terpisah menjelaskan, ketentuan menurunkan tarif angkutan tergantung pada pemilik speedboat.
"Bahkan sebelum penumpang naik ke speedboat yang akan ditumpangi, telah dilakukan negosiasi antara pemilik dengan calon penumpang," jelas Alfred.
Lantas untuk merevisi tarif angkutan, menurutnya, hanya bisa ditetapkan oleh organisasi angkutan tersebut. Sementara pihaknya hanya bisa melalukan kontrol dan mengendalikan penyesuaian tarif.
"Alternatif lain yang lebih murah, warga dapat menggunakan longboat. Dengan tarif Rp 300 ribu sudah bisa menuju Kecamatan Long Pahangai," tambahnya.
Subsidi ongkos angkutan ke kawasan perbatasan, menurut Alfred, sudah tidak ada lagi sejak 2015 lalu. Namun pihaknya akan kembali mengusulkan subsidi ongkos angkutan dimaksud, agar bisa mengurangi beban masyarakat. (*/luk/san/k9)

sumber: kaltim post

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Angkutan Perbatasan Disorot